Pilihan pekerjaan buat muslimah yang dapat dicoba yaitu pekerjaan katering. Betapapun kecilnya pekerjaan katering yang dikerjakan, usaha ini mesti dilakoni secara serius. Maksudnya usaha ini perlu ditempatkan menjadi pekerjaan yang gak main-main setelah itu tanganilah dengan cara yang profesional pula.
Banyak kondisi yang boleh dilakukan agar mampu memajukan usaha tersebut. Pada awalnya tiap bisnis katering telah mempunyai tips-tips yang pada dasarnya sama. Misalnya bagaimana memasarkan, penetapan harga, menu atau pelayanan.
Lebih lanjut untuk lengkapnya, bisa dijelaskan tips-tips yang dikerjakan oleh mereka yang mengembangkan usaha katering:
1. Marketing
Petakan pasar atau memastikan siapa saja target dari produknya. Dengan membikin brosur adalah langkah promosi selain upaya melalui mulut ke mulut. Lebih baik mereka yang berdagang katering tersebut pun menguasai teknologi. Saat ini era-nya online, di mana-mana masyarakat memanfaatkan website.
2. Harga
Umumnya pelanggan akan lebih mencari bisnis katering yang menetapkan harga bersaing. Seandainya katering tersebut menerima pesanan dari ibu-ibu yang menghuni di kompleks perumahan, umumnya sedikit lebih cerewet dibandingkan dengan pelanggan dari kantoran. Untuk lebih gampang memikat pelanggan, tetapkan harga tidak melampaui harga standar 1 porsi makanan di kawasan sekitarnya.
3. Menu
Variasi masakan dapat membikin pelanggan betah dan tidak berganti katering yang lain. Orang kantoran yang langganan katering cenderung tidak terlalu rewel dalam masalah masakan. Asal makanan tidak basi dan enak, mereka akan segera mengkonsumsinya. Berbeda dengan pelanggan dari kalangan ibu-ibu. Mereka umumnya ekstra teliti dengan tipe makanan, menu, dan kebersihannya. Gantilah resep makanan sesering mungkin agar mencegah kebosanan untuk para pelanggan. Dengan tidak melupakan teknik pembuatan yang tetap memerhatikan aspek kebersihan sewaktu pengolahan makanan. Jangan sampai hasil pengolahan mengecewakan pelanggan.
4. Rasa
Orang jadi segan buat berpindah katering andai lidahnya telah pas dengan katering langganannya. Meskipun menu berubah, resep makanan mesti selalu diperhatikan biar para pelanggan tidak merasakan rasa yang aneh atau berubah di lidah. Ada baiknya juga, tiap memasarkan bisnis kateringnya disertai dengan menu yang tersedia saat itu agar bertambah menarik minat pelanggan.
5. Pelayanan
Hal ini pun sangat bermanfaat untuk terus memperpanjang umur bisnis dan mempertahankan para pelanggan agar tidak lari ke katering lainnya. Menyeriusi usaha katering tidak akan rugi kalau memerhatikan beragam situasi. Contohnya saja katering rumahan yang melayani katering via telepon, usahakan yang menjawab teleponnya bukan anak kecil. Jadikan katering itu sebagai usaha serius dan profesional.
Sunday, May 11, 2014
Wednesday, January 29, 2014
Peluang Usaha Kerajinan Payet
Keinginan ibu rumah tangga untuk memperindah busana dan jilbab milik keluarga rupanya menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Berangkat dari kegiatan tersebut sekarang para ibu itu membuat pekerjaan kerajinan payet atau hiasan manik-manik sebagai bisnis yang menguntungkan. Setiap bulan bisnis kerajinan manik-manik para ibu rumah tangga tersebut omzetnya sampai dengan puluhan juta malah ratusan juta rupiah. Tidak mengherankan kalau bisnis ibu rumah tangga tersebut mempunyai omzet yang demikian besar, karena permintaannya sudah sampai luar negeri.
Usaha kerajinan Payet yang dikelola ibu rumah tangga pada Kampung Kiarapayung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ini memang boleh dibilang masih baru. Belum ada setahun, namun marketingnya sudah tersebar ke berbagai daerah Indonesia dan Luar negeri. Bagi daerah dalam negeri kerajinan payet bisnis ibu-ibu rumah tangga tersebut ke Pasar Tanah Abang Jakarta, Cirebon, Pulau Sumatra, dan sejumlah daerah yang lain di Indonesia. Pasar luar negeri umumnya adalah negara-negara muslim misalnya juga Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah, selaku Arab Saudi, Libanon, Uni Emirat Arab, Palestina, dan sejumlah negara lain.
Permintaan dari pasar yang begitu tinggi tersebut rupanya membuat para ibu ini lumayan kewalahan karena kemampuan produksinya yang masih minim. Kendala utama adalah pada masalah lama waktu dalam mendapatkan produk, dalam mendapatkan 1 kerudung payet seorang pekerja memerlukan durasi kurang lebih dua hari.
Usaha rumah tangga kerajinan payet tersebut sebenarnya boleh dibilang bisnis hanya modal yang kecil. Akan tetapi memerlukan ketelatenan dan ketelitian yang tinggi. Secara teknis meski nampak mudah namun memerlukan pengalaman dan jam terbang yang banyak. Biasanya buat pekerja yang belum mempunyai skill, hasil produksinya tidak cukup bagus dan durasi yang dibutuhkan lebih lama. Akan tetapi secara teknis proses produksi kerajinan payet hanya mengandalkan gambar pola yang sudah ada.
Usaha ibu rumah tangga tersebut sebenarnya masih memerlukan banyak perbaikan, mengingat usianya yang masih muda. Beragam inovasi produk harus tetap diterapkan supaya tetap diminati pasar.
Usaha rumah tangga lain yang boleh dicoba bagi ibu-ibu adalah sebagai agen abon ikan tuna.
Usaha kerajinan Payet yang dikelola ibu rumah tangga pada Kampung Kiarapayung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ini memang boleh dibilang masih baru. Belum ada setahun, namun marketingnya sudah tersebar ke berbagai daerah Indonesia dan Luar negeri. Bagi daerah dalam negeri kerajinan payet bisnis ibu-ibu rumah tangga tersebut ke Pasar Tanah Abang Jakarta, Cirebon, Pulau Sumatra, dan sejumlah daerah yang lain di Indonesia. Pasar luar negeri umumnya adalah negara-negara muslim misalnya juga Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah, selaku Arab Saudi, Libanon, Uni Emirat Arab, Palestina, dan sejumlah negara lain.
Permintaan dari pasar yang begitu tinggi tersebut rupanya membuat para ibu ini lumayan kewalahan karena kemampuan produksinya yang masih minim. Kendala utama adalah pada masalah lama waktu dalam mendapatkan produk, dalam mendapatkan 1 kerudung payet seorang pekerja memerlukan durasi kurang lebih dua hari.
Usaha rumah tangga kerajinan payet tersebut sebenarnya boleh dibilang bisnis hanya modal yang kecil. Akan tetapi memerlukan ketelatenan dan ketelitian yang tinggi. Secara teknis meski nampak mudah namun memerlukan pengalaman dan jam terbang yang banyak. Biasanya buat pekerja yang belum mempunyai skill, hasil produksinya tidak cukup bagus dan durasi yang dibutuhkan lebih lama. Akan tetapi secara teknis proses produksi kerajinan payet hanya mengandalkan gambar pola yang sudah ada.
Usaha ibu rumah tangga tersebut sebenarnya masih memerlukan banyak perbaikan, mengingat usianya yang masih muda. Beragam inovasi produk harus tetap diterapkan supaya tetap diminati pasar.
Usaha rumah tangga lain yang boleh dicoba bagi ibu-ibu adalah sebagai agen abon ikan tuna.
Tuesday, January 21, 2014
Jilbab versus Kerudung
Kita sudah seringkali mendengar bahwa kerudung itu sama dengan jilbab, atau orang seringkali mengatakan sebaliknya jilbab itu sama dengan kerudung. Padahal menurut arti harfiahnya saja sudah berbeda. Kerudung menurut etimologi bahasa Indonesia berarti selembar kain yang menutup kepala, sedangkan jilbab berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah menutup aurat tubuh yang boleh diperlihatkan hanyalah muka, kaki dan telapak tangan. Namun karena di masyarakat Indonesia sudah terbiasa menyebut kerudung dengan jilbab atau sebaliknya, maka sudah seharusnya hal ini bisa segera diperbaiki agar tidak terjadi salah kaprah secara terus menerus di kemudian hari.
Bagi sebagian besar muslimah di Indonesia cukup menutup kepala dengan kerudung dan kelihatan rambutnya sudah termasuk mengikuti perintah Alloh swt. Padahal hal tersebut salah sekali! Menggunakan kerudung tanpa penutup kepala atau lebih dikenal dengan daleman sehingga rambut masih kelihatan adalah menyalahi aturan Islam. Jika Anda kebetulan lebih menyukai menggunakan kerudung, maka seharusnya Anda mengenakan dalaman yang menutupi seluruh rambut dan leher. Daleman tersebut biasa dikenal dengan istilah daleman ninja, karena kalau dipakai bentuknya mirip ninja. Cara memakai jilbab segi empat pun harus mengikuti aturan Islam, bukan sekedar mengejar mode saja. Mengikuti aturan Alloh swt jauh lebih penting dibandingkan dengan mengikuti mode.
Sedangkan jilbab biasanya dirancang khusus bagi muslimah yang menyukai model yang simpel, instan dan bisa langsung dipakai. Jilbab tersebut dirancang bisa dipadupadankan dengan daleman ataupun langsung dipakai tanpa daleman. Bentuk atau desain rancangannya pun berbeda-beda dan sangatlah variatif.
Sedangkan kerudung biasa berbentuk segi empat, persegi panjang atau biasa disebut sebagai pashmina dan segitiga. Untuk penggunaan kerudung, seorang muslimah butuh keterampilan khusus agar bisa menggunakannya. Tidak semua muslimah bisa mengenakannya.
Bagi sebagian besar muslimah di Indonesia cukup menutup kepala dengan kerudung dan kelihatan rambutnya sudah termasuk mengikuti perintah Alloh swt. Padahal hal tersebut salah sekali! Menggunakan kerudung tanpa penutup kepala atau lebih dikenal dengan daleman sehingga rambut masih kelihatan adalah menyalahi aturan Islam. Jika Anda kebetulan lebih menyukai menggunakan kerudung, maka seharusnya Anda mengenakan dalaman yang menutupi seluruh rambut dan leher. Daleman tersebut biasa dikenal dengan istilah daleman ninja, karena kalau dipakai bentuknya mirip ninja. Cara memakai jilbab segi empat pun harus mengikuti aturan Islam, bukan sekedar mengejar mode saja. Mengikuti aturan Alloh swt jauh lebih penting dibandingkan dengan mengikuti mode.
Sedangkan jilbab biasanya dirancang khusus bagi muslimah yang menyukai model yang simpel, instan dan bisa langsung dipakai. Jilbab tersebut dirancang bisa dipadupadankan dengan daleman ataupun langsung dipakai tanpa daleman. Bentuk atau desain rancangannya pun berbeda-beda dan sangatlah variatif.
Sedangkan kerudung biasa berbentuk segi empat, persegi panjang atau biasa disebut sebagai pashmina dan segitiga. Untuk penggunaan kerudung, seorang muslimah butuh keterampilan khusus agar bisa menggunakannya. Tidak semua muslimah bisa mengenakannya.
Tuesday, October 15, 2013
Memilih Baju Kerja
Baju kerja sangat diperlukan oleh semua orang yang bekerja, sesuai dengan namanya baju tersebut memang di desain untuk bekerja. Terutama bagi para karyawan dan karyawati biasanya perlu mempertimbangkan dalam membeli dan memilih baju kerja yang ada. Baju kerja biasanya mempunyai desain warna dan bentuk yang sudah menjadi ciri khas dari baju kerja tersebut. Anda dapat memilih dan membeli baju kerja tersebut di beberapa tempat yang ada. Dan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membeli baju kerja itu sendiri.
Biasanya baju kerja sudah mempunyai pasarnya sendiri.Dikarenakan banyak orang kantoran yang lebih memilih baju kerja yang simple dan tidak terlalu ribet, tetapi nyaman dipakai dan mempunyai desain yang menarik sesuai dengan bentuk tubuhnya. Bagi yang mempunyai badan agak gemuk mungkin dapat mempertimbangkan untuk membeli baju kerja yang agak lebar. Sehingga baju kerja tersebut dapat dipakai dengan nyaman saat bekerja.
Ada juga baju kerja yang mempunyai bentuk dan desain lain yang lebih menarik perhatian bagi anda dalam memakai baju kerja, baju kerja yang menarik biasanya mempunyai konsep desain yang biasanya memang diperuntukkan bagi para pekerja kantoran server wiki, hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih dan membeli baju kerja sendiri adalah bagaimana anda dapat membeli baju kerja yang mempunyai ukuran pas dengan anda.
Baju kerja sendiri tidak perlu berharga mahal, yang paling penting adalah bagaimana caranya anda dapat memilih baju kerja yang sesuai dengan kriteria anda sendiri, sehingga pada ujungnya nanti anda dapat menggunakan baju kerja tersebut nyaman dan anda dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Dalam memilih baju kerja yang baik juga perlu diperhatikan dalam memilih corak warna yang pas dan sesuai dengan pilihan anda, biasanya warna dari baju kerja sendiri tidak terlalu tergantung dari jenis warna baju kerja samba server, yang lebih penting adalah bagaimana anda dapat mengggunakan baju kerja tersebut sesuai dengan yang anda inginkan dan nyaman.
Biasanya baju kerja sudah mempunyai pasarnya sendiri.Dikarenakan banyak orang kantoran yang lebih memilih baju kerja yang simple dan tidak terlalu ribet, tetapi nyaman dipakai dan mempunyai desain yang menarik sesuai dengan bentuk tubuhnya. Bagi yang mempunyai badan agak gemuk mungkin dapat mempertimbangkan untuk membeli baju kerja yang agak lebar. Sehingga baju kerja tersebut dapat dipakai dengan nyaman saat bekerja.
Ada juga baju kerja yang mempunyai bentuk dan desain lain yang lebih menarik perhatian bagi anda dalam memakai baju kerja, baju kerja yang menarik biasanya mempunyai konsep desain yang biasanya memang diperuntukkan bagi para pekerja kantoran server wiki, hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih dan membeli baju kerja sendiri adalah bagaimana anda dapat membeli baju kerja yang mempunyai ukuran pas dengan anda.
Baju kerja sendiri tidak perlu berharga mahal, yang paling penting adalah bagaimana caranya anda dapat memilih baju kerja yang sesuai dengan kriteria anda sendiri, sehingga pada ujungnya nanti anda dapat menggunakan baju kerja tersebut nyaman dan anda dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Dalam memilih baju kerja yang baik juga perlu diperhatikan dalam memilih corak warna yang pas dan sesuai dengan pilihan anda, biasanya warna dari baju kerja sendiri tidak terlalu tergantung dari jenis warna baju kerja samba server, yang lebih penting adalah bagaimana anda dapat mengggunakan baju kerja tersebut sesuai dengan yang anda inginkan dan nyaman.
Friday, September 20, 2013
Sukses Ibu Rumah Tangga Berjualan Busana Muslim
Satu sosok wirausaha busana muslim yang sukses adalah Diajeng Lestari. Perempuan kelahiran Bekasi, 17 Januari 1986 ini, mengantongi omzet Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar dari berjualan busana muslim secara online melalui HijUp.com.
Meski bisnis yang dirintisnya baru seumur jagung, namun perempuan yang akrab dipanggil Ajeng ini mampu meluluhkan hati konsumen lokal dan luar negeri. Dua puluh persen pemesan busana muslim di HijUp berasal dari mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, serta Timur Tengah.
Pengalaman bisnis sejak kecil
Pengalaman Ajeng berbisnis sudah terbina sejak kecil. “Waktu kelas empat SD, saya membuat cincin dari kabel-kabel telepon bekas di gudang dan saya jual ke teman,” tutur dia. Ajeng juga memasarkan produk gantungan kunci kreasi sang kakak. Dari situ, Ajeng sering mendapat order gantungan kunci dalam jumlah besar.
Ketika di SMP dan SMA, Ajeng tidak berjualan. Pada tahun 2004, perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang telekomunikasi bangkrut. “Ketika ekonomi keluarga hancur dan adik-adik masih banyak, saya berusaha mencari tambahan,” ujar anak ketiga dari delapan bersaudara ini. Ajeng mencari penghasilan tambahan dari berjualan kue, jilbab, mengajar privat dan bimbingan belajar, hingga bekerja freelance sebagai interviewer.
Setelah lulus kuliah Jurusan Ilmu Politik di Universitas Indonesia, Ajeng bekerja di perusahaan marketing research. Setelah menikah, Ajeng memutuskan untuk berhenti bekerja.
Namun dengan alasan membutuhkan aktualisasi diri, Ajeng pun mencoba berbisnis. Busana muslim merupakan lahan bisnis yang dipilihnya.
Jeli melihat peluang
Ajeng menilai, bisnis busana muslim sangat potensial. Maklum, Indonesia memiliki penduduk mayoritas muslim. Ajeng memang memiliki mimpi bahwa produk fesyen bikinan kita bisa sejajar dengan produksi luar negeri. “Saya diskusi dengan suami mengenai mimpi ini dan bagaimana implementasinya dalam bisnis,” ujar istri dari Achmad Zaky Syaifudin ini.
Dari obrolan dengan suami, Ajeng memutuskan untuk menjadi agen perubahan di dunia Islamic fashion. Ajeng pun melakukan penelitian kecil dan wawancara dengan beberapa orang yang pernah berbisnis serupa. Setelah melakukan serangkaian persiapan, Ajeng pun memutuskan untuk membuat katalog fashion online. “Tapi ternyata permintaan pasar bukan hanya katalog, mereka butuh konsultan internet marketing dan sistem untuk mengatur lalu lintas produk,” ujar dia.
Kerja rangkap
Ajeng pun berkolaborasi dengan sang suami yang memang jago teknologi informasi dan membangun HijUp sebagai e-commerce yang menjadi platform untuk menjembatani pemilik merek busana muslim dengan pasar, sehingga tidak bingung lagi untuk mencari tutorial cara membuat blog. HijUp yang merupakan singkatan dari hijab up itu, mulai berselancar di dunia maya pada 1 Agustus 2011. Ajeng merekrut dua karyawan yang bertugas sebagai admin komputer dan admin gudang. “Baru sehari masuk, admin komputer resign. Saya stres sekali,” kenangnya.
Karena keterbatasan jumlah karyawan, Ajeng pun melakukan pekerjaan dobel, mulai memberi gantungan baju, menjadi stylist saat pemotretan, mengoordinasikan pemotretan, sampai dealing dengan tenant.
Tidak mudah menyerah, meski banyak masalah
Ajeng juga harus menghadapi masalah eksternal. Yang cukup berat adalah ketika dia harus meyakinkan para calon tenant. Ajeng harus mengajukan proposal dan melakukan penawaran ke beberapa desainer dan produsen busana muslim supaya mereka mau memajang produk di HijUp. “Tidak mudah, banyak yang mencibir dan menolak. Saya maklum karena bisnis ini masih baru, belum dikenal,” tuturnya.
Hambatan itu nyaris menggoyahkan Ajeng untuk menghentikan bisnis itu. Namun, ia berusaha memantapkan diri meski rasa ragu akan ketidaksuksesan bisnisnya membayangi. Akhirnya, satu per satu tenant datang. Pada bulan-bulan pertama, HijUp memiliki 14 tenant. “Penjualan merangkak naik. Sudah mulai mendekati ratusan juta,” ujarnya tersenyum.
Nama HijUp semakin dikenal. Jumlah pengunjung dan konsumen terus meningkat. Hingga awal 2013, ada sekitar 1,5 juta orang yang melongok HijUp. Bukan itu saja, jumlah tenant di situs belanja ini juga bertambah hingga mencapai 70 pihak.
Sekarang Ajeng tidak perlu susah payah berburu tenant, tetapi justru ia yang disibukkan dengan proposal pengajuan kerja sama dari para produsen fesyen. Bukan hanya dari dalam negeri, tenant dari luar negeri pun banyak yang ingin bekerja sama. “Salah satunya adalah sepupu Perdana Menteri Malaysia,” ujar dia.
Yang perlu kita pahami adalah, bahwa bisnis tidaklah selalu membuat kita terlalu sibuk sehingga melupakan kewajiban dan tugas kita. berkat dukungan kemajuan teknologi informasi, cukup bermodal kamera, handpohne (hp), laptop atau PC dan koneksi internet kita bisa buka toko online, seperti bu Ajeng.
Meski bisnis yang dirintisnya baru seumur jagung, namun perempuan yang akrab dipanggil Ajeng ini mampu meluluhkan hati konsumen lokal dan luar negeri. Dua puluh persen pemesan busana muslim di HijUp berasal dari mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, serta Timur Tengah.
Pengalaman bisnis sejak kecil
Pengalaman Ajeng berbisnis sudah terbina sejak kecil. “Waktu kelas empat SD, saya membuat cincin dari kabel-kabel telepon bekas di gudang dan saya jual ke teman,” tutur dia. Ajeng juga memasarkan produk gantungan kunci kreasi sang kakak. Dari situ, Ajeng sering mendapat order gantungan kunci dalam jumlah besar.
Ketika di SMP dan SMA, Ajeng tidak berjualan. Pada tahun 2004, perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang telekomunikasi bangkrut. “Ketika ekonomi keluarga hancur dan adik-adik masih banyak, saya berusaha mencari tambahan,” ujar anak ketiga dari delapan bersaudara ini. Ajeng mencari penghasilan tambahan dari berjualan kue, jilbab, mengajar privat dan bimbingan belajar, hingga bekerja freelance sebagai interviewer.
Setelah lulus kuliah Jurusan Ilmu Politik di Universitas Indonesia, Ajeng bekerja di perusahaan marketing research. Setelah menikah, Ajeng memutuskan untuk berhenti bekerja.
Namun dengan alasan membutuhkan aktualisasi diri, Ajeng pun mencoba berbisnis. Busana muslim merupakan lahan bisnis yang dipilihnya.
Jeli melihat peluang
Ajeng menilai, bisnis busana muslim sangat potensial. Maklum, Indonesia memiliki penduduk mayoritas muslim. Ajeng memang memiliki mimpi bahwa produk fesyen bikinan kita bisa sejajar dengan produksi luar negeri. “Saya diskusi dengan suami mengenai mimpi ini dan bagaimana implementasinya dalam bisnis,” ujar istri dari Achmad Zaky Syaifudin ini.
Dari obrolan dengan suami, Ajeng memutuskan untuk menjadi agen perubahan di dunia Islamic fashion. Ajeng pun melakukan penelitian kecil dan wawancara dengan beberapa orang yang pernah berbisnis serupa. Setelah melakukan serangkaian persiapan, Ajeng pun memutuskan untuk membuat katalog fashion online. “Tapi ternyata permintaan pasar bukan hanya katalog, mereka butuh konsultan internet marketing dan sistem untuk mengatur lalu lintas produk,” ujar dia.
Kerja rangkap
Ajeng pun berkolaborasi dengan sang suami yang memang jago teknologi informasi dan membangun HijUp sebagai e-commerce yang menjadi platform untuk menjembatani pemilik merek busana muslim dengan pasar, sehingga tidak bingung lagi untuk mencari tutorial cara membuat blog. HijUp yang merupakan singkatan dari hijab up itu, mulai berselancar di dunia maya pada 1 Agustus 2011. Ajeng merekrut dua karyawan yang bertugas sebagai admin komputer dan admin gudang. “Baru sehari masuk, admin komputer resign. Saya stres sekali,” kenangnya.
Karena keterbatasan jumlah karyawan, Ajeng pun melakukan pekerjaan dobel, mulai memberi gantungan baju, menjadi stylist saat pemotretan, mengoordinasikan pemotretan, sampai dealing dengan tenant.
Tidak mudah menyerah, meski banyak masalah
Ajeng juga harus menghadapi masalah eksternal. Yang cukup berat adalah ketika dia harus meyakinkan para calon tenant. Ajeng harus mengajukan proposal dan melakukan penawaran ke beberapa desainer dan produsen busana muslim supaya mereka mau memajang produk di HijUp. “Tidak mudah, banyak yang mencibir dan menolak. Saya maklum karena bisnis ini masih baru, belum dikenal,” tuturnya.
Hambatan itu nyaris menggoyahkan Ajeng untuk menghentikan bisnis itu. Namun, ia berusaha memantapkan diri meski rasa ragu akan ketidaksuksesan bisnisnya membayangi. Akhirnya, satu per satu tenant datang. Pada bulan-bulan pertama, HijUp memiliki 14 tenant. “Penjualan merangkak naik. Sudah mulai mendekati ratusan juta,” ujarnya tersenyum.
Nama HijUp semakin dikenal. Jumlah pengunjung dan konsumen terus meningkat. Hingga awal 2013, ada sekitar 1,5 juta orang yang melongok HijUp. Bukan itu saja, jumlah tenant di situs belanja ini juga bertambah hingga mencapai 70 pihak.
Sekarang Ajeng tidak perlu susah payah berburu tenant, tetapi justru ia yang disibukkan dengan proposal pengajuan kerja sama dari para produsen fesyen. Bukan hanya dari dalam negeri, tenant dari luar negeri pun banyak yang ingin bekerja sama. “Salah satunya adalah sepupu Perdana Menteri Malaysia,” ujar dia.
Yang perlu kita pahami adalah, bahwa bisnis tidaklah selalu membuat kita terlalu sibuk sehingga melupakan kewajiban dan tugas kita. berkat dukungan kemajuan teknologi informasi, cukup bermodal kamera, handpohne (hp), laptop atau PC dan koneksi internet kita bisa buka toko online, seperti bu Ajeng.
Subscribe to:
Posts (Atom)


